Sunday, July 21, 2013

Harga (Biaya) ESWT per 1 Juli 2013

Dengan hormat,

Biaya (harga) ESWT per 1 Juli 2013 adalah:
Rp. 800 000 (Delapan Ratus Ribu Rupiah) per tindakan per lokasi.

Contoh: 
Tindakan untuk 1 lutut adalah Rp. 800 000. 
Maka jika 2 lutut sekaligus adalah Rp. 1 600 000. 

Minimal jumlah tindakan yang disarankan adalah 3 x tindakan per lokasi.

Lokasi nyeri (rasa sakit) yang bisa ditangani dengan ESWT antara lain:
  • Lutut.
  • Tumit dan telapak kaki.
  • Siku.
  • Bahu (tergantung lokasi persisnya di bahu).

Informasi dan Pendaftaran:

Mitra Laboratorium Klinik
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang
Telepon: 
024 - 844 4149 atau 024 - 831 6334 (Senin - Sabtu). Minggu dan tanggal merah libur.
Handphone: +62 81 90 111 8719 (XL) / +62 811 272 6533 (HALO) / +62 8174 174 770 (XL).
Email: mitralab@gmail.com

Blog - blog terkait lainnya:
PENDAFTARAN (Appointment) 
Pendaftaran selambatnya satu hari sebelum tanggal yang dipilih (tanggal yang diinginkan). 
JANGAN DATANG MENDADAK.

Mengenai jadwal pendaftaran / registrasi (appointment) yang telah disepakati: 
Kami (Mitra Laboratorium Klinik) tidak bertanggung jawab atas pembatalan , penundaan, dan / atau perubahan jadwal penanganan yang telah disepakati jika disebabkan oleh hal - hal di luar kendali kami antara lain karena bencana alam (misal: gempa bumi, banjir, dll), perang, aksi mogok kerja, kecelakaan, pemadaman listrik, demonstrasi / unjuk rasa, huru hara / kerusuhan, dan sebagainya.


-->

Thursday, July 18, 2013

Mengatasi Nyeri Tumit, Nyeri Lutut, Tanpa Operasi




Nyeri lutut karena osteoarthritisNyeri tumit atau nyeri telapak kaki karena Plantar FasciitisNyeri bahu atau nyeri siku karena tendonitis?

Hilangkan rasa sakit (nyeri) di sendi atau jaringan otot-tulang tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok dengan Extracorporeal Shock Waves Therapy (ESWT). Contoh jaringan otot tulang yang bisa diatasi dengan ESWT adalah nyeri tumit / nyeri telapak kaki akibat plantar fasciitis, nyeri lutut / sakit lutut karena osteoarthritis (OA), nyeri di bahu karena tendonitis, dan nyeri siku / sakit siku

Monday, July 15, 2013

Nyeri Tumit Telapak Kaki Hilang Tanpa Operasi, Tanpa Mondok, Tanpa Suntik

Apakah tumit dan/atau telapak kaki Anda sakit saat bangun tidur, setelah istirahat lama, saat beraktivitas (contoh: tennis, lari, berjalan, mendaki anak tangga, dll)?
Apakah foto X-ray pada tumit menunjukkan jalu (pengapuran)?
Apakah tumit Anda membengkak?
Kemungkinan besar Anda menderita Plantar Fasciitis yaitu peradangan / inflamasi pada plantar fascia.

Plantar fascia adalah jaringan tebal berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki. Plantar fascia berfungsi sebagaishock absorber (peredam / bantalan) pada telapak kaki. Jaringan tebal ini bisa robek dan meradang karena:

Saturday, July 13, 2013

Nyeri Osteoarthritis Teratasi Tanpa Operasi


Rasa nyeri atau peradangan (inflamasi) yang tak tertahankan di sekitar persendian seperti tumit, lutut, pergelangan tangan, bahu, atau siku bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala ini muncul karena berbagai penyebab seperti perkapuran (penimbunan kalsium) di sekitar persendian dan inflamasi jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis). Keluhan pada persendian juga terjadi karena osteoarthritis yang merupakan pengeroposan tulang rawan yang seharusnya melapisi ujung-ujung tulang sebagai peredam goncangan (shock absorber) agar dua tulang tidak saling bergesekan.

Tendonitis umumnya disebabkan karena persendian terlalu sering digunakan dalam aktivitas yang dilakukan berulang-ulang seperti bermain tenis, berenang, dan sebagainya. Maka tidak mengherankan jika atlet-atlet muda pernah mengalami tendonitis. Tendonitis juga cenderung terjadi pada orang-orang tua karena penurunan elastisitas otot dan tendon (jaringan pengikat otot dan tulang).

Sunday, July 7, 2013

How the brain creates the 'buzz' that helps ideas spread

Bagaimana Otak Terangsang Sehingga Membantu Menyebarluaskan Ide?

Artikel ini membahas sisi ilmiah cara kerja bagian otak yang memproses informasi dan memicu semangat untuk menyebarluaskan ide dari informasi yang didapat.

How the brain creates the 'buzz' that helps ideas spread

Tuesday, July 2, 2013

Terapi Nyeri Lutut, Nyeri Tumit, Nyeri Bahu, dan Nyeri Siku Tanpa Operasi Tampil Lagi Di Mall

Konter informasi mengatasi nyeri lutut (karena Osteoarthritis / OA), nyeri tumit (karena Plantar Fasciitis), nyeri bahu, dan nyeri siku tanpa operasi dan tanpa mondok dengan ESWT (Extra Corporeal Shock Waves Therapy)  hadir kembali di Citraland Shopping Mall, Semarang, Jawa Tengah, pada 20 Mei 2013 (Senin, 15:30 - 21:00). Kami memberikan informasi kepada para pengunjung mall tentang metode yang kami gunakan untuk menghilangkan nyeri sendi, tanpa suntik, dan tanpa mondok.



Informasi lengkap mengenai pengobatan nyeri tumit, nyeri lutut, nyeri bahu, dan nyeri siku tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok dengan ESWT (Extra Corporeal Shock Waves Therapy):

Monday, July 1, 2013

Mengatasi Nyeri Lutut, Nyeri Tumit Tanpa Operasi dengan ESWT Tampil Di Pameran

Mengatasi nyeri sendi (misal: nyeri tumit / nyeri telapak kaki, nyeri lutut karena osteoarthritis, nyeri bahu, dan nyeri siku) tanpa operasi dan tanpa mondok dengan metode ESWT (Extra Corporeal Shock Waves Therapy) "tampil" dalam pameran "Trend Expo" di Citraland Mall, Semarang, pada 9 Mei - 15 Mei 2013. Dalam kegiatan ini kami menyediakan informasi - informasi berupa tanya jawab, brosur, kartu nama, dan X - banner.


Malam persiapan (8 Mei 2013, 21:30, di atrium Citraland Mall, Semarang)

Konter informasi mengenai mengatasi nyeri lutut, nyeri tumit, nyeri bahu, dan nyeri siku dengan ESWT saat Trend Expo di Citraland Mall.

Sunday, February 24, 2013

Sel Kanker Payudara (Breast Cancer) Jadi Normal Dengan Diremas?

Sel Kanker Payudara (Breast Cancer) Jadi Normal Dengan Diremas?
Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochem & Mol. Bio, MSc. Biotechnology
Terbit: 11 February 2013, Senin


Kanker (cancer) disebabkan oleh sel - sel yang terdapat kelainan / mutasi DNA sehingga sel - sel ganas (malignant cells) ini tumbuh dan berkembang biak tak terkendali. Namun benarkah kanker hanya dipengaruhi oleh mutasi DNA pada sel? 
Tubuh manusia terdiri dari puluhan triliun sel dengan DNA sama. Bagaimana sel - sel tersebut memutuskan untuk membentuk hidung, kaki, atau tumor? Jika satu sel ditemukan mutasi DNA, bukankah semua sel seharusnya bernasib sama? Lantas mengapa pasien tidak menderita kanker di sekujur tubuhnya?
 
Selain DNA, ternyata lingkungan sekitar sel (microenvironment) juga menentukan "nasib" sel. Maka tidak mengherankan jika sampel sel dari jaringan tubuh kehilangan kemampuan dan wujud aslinya setelah dipindahkan ke cawan percobaaan (petri dish). "Anda ambil sel payudara (mammary cells), taruh di petri dish, dan dalam tiga hari ... ... Sel - sel tersebut tidak menghasilkan susu. Mereka lupa,"  Mina Bissel, ilmuwan terhormat (distinguish scientist) di bidang kanker dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley (LNLB) menjelaskan. 

Penelitian kanker terbaru berupaya menjinakkan malignant cells dengan merekayasa microenvironment. Para peneliti dari University of California Berkeley (UC Berkeley) dan LNLB  membalik sel - sel kanker payudara (breast cancer) menjadi sel - sel yang bersifat normal walaupun mutasi DNA tetap ada. Tim peneliti Prof. Daniel Fletcher dari laboratorium Berkeley menemukan bahwa tekanan (compression) mampu "mendidik" malignant cells untuk bersifat seperti sel - sel normal. Penemuan mereka dipresentasikan pada 17 Desember 2012 dalam pertemuan tahunan American Society for Cell Biology di San Fransisco, Amerika Serikat.

Makan Manis Tetap Langsing?

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology
Ditulis: 22 February 2013

Karbohidrat dan insulin

Pasta, pizza, minuman soda, roti, kue dan cemilan manis menggoda lidah. Nasi putih menjadi keharusan bagi sebagian besar orang Indonesia. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat (carbohydrate) yang dicerna menjadi gula. Makan makanan berkabohidrat meningkatkan kadar gula darah (blood glucose). Peningkatan kadar gula memicu pelepasan hormon insulin supaya gula diserap sel – sel tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar (energy) melalui proses glycolysis. Glycolysis adalah proses memecah molekul gula menjadi molekul – molekul energy.

Namun kadar gula darah terlalu tinggi / tidak terkendali menyebabkan diabetes. Diabetes adalah gangguan kesehatan karena gula darah tidak bisa diserap oleh sel – sel tubuh. Ada dua macam diabetes yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi jika pankreas pasien tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi jika sel – sel tubuh pasien tidak merespon (resistant) terhadap insulin. Informasi diabetes bisa dicari di media massa.

Bagaimana karbohidrat menyebabkan kegemukan (obesitas)?

Gula (glucose) yang tidak diserap sel – sel tubuh diproses oleh hati (liver) menjadi  molekul glycogen. Glycogen  disimpan di hati atau di otot sebagai cadangan energy siap pakai. Misalnya dipakai saat berolah raga. Hati juga merubah gula menjadi asam lemak (fatty acid).